Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

9.08.2011

LONER LUCY



“Loner Lucy” is a depiction of a situation we all know probably just a tad too well. Lucy is a girl, but more than a mere certain person, Lucy is a dedication to everyone who has been alone, but refused to be dragged into the dark feeling of loneliness and emptiness.
Here, loneliness is translated as a chance to get back to the inner self, find the truest pleasure of being alone and still loving oneself. Being alone gives a chance to think, focus, retrospect and reflect. In the end it will offer a new, even more beautiful outlook on life. Being grateful to whatever life is presenting is no longer impossible.

“Loner Lucy” is about the ability to be alone and not feel lonely. Both artists view this ability as an art itself. Art of self-reliance, if you will.

Tree House Kemang request the honor of your presence to our monthly exhibition :

L O N E R L U C Y
Photo Exhibition by Poppie Mayiesky and Adnyani Dewi
On : Saturday, September 10th 2011
Time : 19.00
Music performances by Jirapah and Space System
Venue :Tree House
Jalan Kemang I / no. 73
Jakarta 12730 Indonesia
treehousekemang.com
(across Splash, next to Little Baghdad)
Poppie Mayiesky is constantly inspired by nature, moments, people and sad eyes. These things always make her heart ponder. Born in Jakarta on May 11th, 1986 she is a photographer with an eye for the beautiful and serene. Her pictures whisper gentle stories, tickle curiosity and make people ask for more. Poppie received a BA with Honours in Graphic Design from Limkokwing University of Creative Technology, Kuala Lumpur, Malaysia. She is currently working as a freelance photographer at some local magazine such as DEW Magazine, ELLE Décor Magazine, Nylon Magazine, CLARA Magazine, SUB Magazine, DEWI Magazine, Girlfriend Magazine, and GOGirl.
Exhibitions:
RUPA ‘Colours’ – Kuala Lumpur, Malaysia (2007)
Viewfinder – Kuala Lumpur, Malaysia (2008)
Benangmerah “Swargaloka” – Jakarta, Indonesia (2009)

Adnyani Dewi is a photographer that lets her rich cultural background that blends the ever so colorful and sometimes conventional Hindu culture with Jakarta urban way of living be her compass in capturing images and moments. The results are photos that speak more than words can describe, ignite conversations and create worlds that are distinct but familiar. She was born in Jakarta on May 2nd, 1983. She attended the Academy of Art in University of San Francisco majoring in Photography from 2002 to 2006. She also was a student in Speos Paris Photography Institute in 2007 – 2008.
Exhibitions:
Benangmerah “Swargaloka” – Jakarta, Indonesia (2009)
Asian Students and Young Artist Art Festival – Seoul, South Korea (2010)
Backyard “Jakarta: DOELOE + SKRG” – Jakarta, Indonesia (2011)

HYBRID PROJECT


Butterfly Effect at Barli Museum Bandung, Indonesia.
This event is a collaborating exhibition event between art and music which has been held on June, 30th 2011 - July 4th 2011

Coming Soon HYBRID PROJECT 2011-2012:

Butterfly Effect Expanded Version at MAJA HOUSE Bandung, Indonesia. Will also present many public programs such as workshops, live music, live DJ performance, Bazaar, and much more to experience... 
COME, EXPERIENCE and BE PART OF HYBRID PROJECT!!
- SEPTEMBER 23rd - 29th 2011 -

8.26.2011

ANCIENT WISDOM | PARAMABIRA


PARAMABIRA , Paduan Suara Mahasiswa Bina Nusantara, merupakan salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di BINUS University yang didirikan pada tanggal 26 November 1990. Berawal sebagai paduan suara yang bertugas mengisi acara-acara protokoler kampus, PARAMABIRA berkembang menjadi salah satu paduan suara yang disegani dalam dunia musik klasik di Indonesia sejak berada dibawah bimbingan Rainier Revireino pada tahun 2003, dan mulai meraih beberapa penghargaan dalam kompetisi paduan suara tingkat nasional. Pada tahun 2008, PARAMABIRA membuktikan kompetensinya sebagai kelompok paduan suara mahasiswa yang dapat diperhitungkan di tingkat internasional dengan meraih Juara II kategori Mixed Choir dan Juara III pada 26th Festival Internacional de Música de Cantonigròs 2008 di Spanyol. Pada tahun 2010, PARAMABIRA kembali mengukir prestasi internasional dengan meraih Juara Umum (Absolute Winner) setelah meraih nilai tertinggi dari semua kategori yang dipertandingkan dalam 24th Praga Cantat International Choir Competition and Festival 2010 di Republik Ceko.

ANCIENT WISDOM adalah konser tahunan Paramabira yang kali ini mengusung tema kerukunan antar umat beragama, membawakan lagu2 dr berbagai bahasa, kepercayaan dan kebudayaan. Bertempat di 2 kota, Paramabira berharap pesan dan tema yang diangkat dalam konser mereka tahun ini dapat disampaikan ke lebih banyak kalangan.
-----------------------------------------------------------------------------
Jakarta:
Kamis, 15 Sept 2011 - 07.30pm
Usmar Ismail Hall
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C.22 - Jakarta

Jogjakarta:
Sabtu, 17 Sept 2011 - 07.30pm
TBY Societet
Jalan Sriwedari No.1, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan - Yogyakarta

event invitation on facebook:
http://www.facebook.com/event.php?eid=257828404228424

Contact Person:
@cuiyenn
@cintyacin

KOPLING TV | EPS 2 | CECILLIA HIDAYAT


Part of Kopi Keliling project 2011. This video is made to share the passion and creativity of young talented Indonesian artists. Support our local artists by sharing this video to your friends and loved ones. Don't forget to mention #KoplingTV within the link. 
Credits: 
Cecillia Hidayat
Prasajadi H. Lastiko
Fadhly Muhammad
Raymond Malvin
Arris Aprillo (That's Life Coffee)

kopikeliling.com | @KopiKeliling

CALL FOR SUBMISSION | PUBLIC ART IN MUNICH

The shape and appearance of public space, its architectonic composition and visual design – by means of functional elements, commercial media and advertisements, objects of beautification and representation – are expressions of a people's culture. Additionally, other aspects such as fashion and means of transport used by people in public places determine the latter's perception and character.

In line with 'Public Art – a Programme by the Department of Arts and Culture', in 2012 the City of Munich subsidises projects dealing with the issues mentioned above, with a budget of up to €150,000 per project. The proposals submitted should particularly focus on the creative nature of public space and include aspects of design, architecture, fine art, fashion and light. The implications of public space on social life and communication should also be considered.

Professionals from different areas such as design, architecture, fine and performing art, fashion, landscape and light design, music are explicitly being invited to submit proposals. The City of Munich wishes to support co-operative as well as interdisciplinarily developed projects making use of various types of media and having a process-oriented and temporary character.

Submitted proposals should show consideration of education and communication strategies, as these are a crucial part of the realisation of art projects – especially in public space.


Requirements (for formally correct applications):

1.a coherent concept in writing (up to three A4 pages, images/visualisations if possible, either in German or in English)

2.a specification of the project's duration/ time span

3.an indication of location or at least thoughts on possible locations (potentially a first assessment of necessary authorisations/ licenses and viability)

4.a list of costs/ budget
project costs: e.g. planning, realisation, licenses, dismantling
operational costs: e.g. servicing, supervision, insurance
artists' fees
communication activities
other sponsors, total funding

5.significant vita of the applicant/s or participating individuals


Deadline for submissions: Friday, 21 October 2011

The submission of proposals in a pdf format via email is preferred. Please make sure that the total size of the attached documents does not exceed 10MB.

Email address: kunst-wettbewerb@muenchen.de

Postal address:
Landeshauptstadt München
Kulturreferat
Abteilung 1, Herr Erwin Hartel
Burgstr. 4
80331 München
Germany

The mailbox at the town hall entrance (Rathauspforte), Marienplatz München can also be used for submission.

8.18.2011

ONLY ONE TREE

Solo Exhibition by Iwahori Teruyo

Kali ini Galeri MES 56 menghadirkan seorang fotografer amatir dari Tokyo, Ms Iwahori Teruyo, dengan seri karya ‘Only One tree’. Seri ini merupakan salah satu seri yang sempat ia perlihatkan kepada kami, ketika bertemu pada Bulan Foto Tokyo Juni lalu. Hal yang menarik dari pameran ini, kenyataannya, adalah pada si fotografernya sendiri. Ia merupakan guide resmi bagi para tamu atau fotografer yang diundang oleh PSJ (Photographic Society of Japan), dan ia adalah seorang ibu rumahtangga, yang secara tekun menghayati hobi fotografinya sejak masih muda. Tak kurang dari 15 pameran telah ia ikuti di Jepang dan 9 kali pameran di Vietnam. Ia sendiri adalah anggota PSJ, sebuah perkumpulan bagi para fotografer amatir di Jepang. Antusiasme Iwahori pada fotografi bisa dilihat dari sikap dia dalam mengelola karya fotonya; ia memiliki bundle buku-buku kompilasi karyanya, yang sudah ia rangkai menjadi sebuah seri yang utuh. Ia pun secara rutin mencetaknya diatas kertas fine art paper jepang, dan dari segi alat, ia termasuk update, DSLR profesional terbaru ia beli, sementara yang lama ia wariskan ke suami tercintanya.


Satu hal yang menarik dari antusiasme orang jepang terhadap fotografi adalah masih adanya tradisi mencetak diatas kertas. Jika disini, sebagian besar dokumentasi fotografi akan berakhir di belantara ruang simpan digital dan preview monitor, di Jepang mereka dengan sangat gampang mencetak, menjilid atau mem-frame-kannya, memberikan kepada kolega atau menyimpannya di rumah. Tradisi mencetak ini penting untuk melihat seberapa dekat fotografi dengan hajat hidup sehari-hari. Archive digital akan menjauhkan gambar-gambar, peristiwa-peristiwa yang dibekukan itu, dari ruang dan kesadaran sehari-hari. Untuk keperluan pameran inipun, Iwahori telah mencetaknya, dan memberikan kepada kami agar bisa kami tenteng dalam perjalanan pulang.


Pameran ini merupakan pameran terakhir di ruang ini. Untuk setahun ke depan, Ruang MES 56 tidak akan mengelola ruang secara fisik atau galeri. Jadi, selamat menikmati untuk terakhir kalinya sebuah pameran fotografi di ruangan ini. Buat kesan yang kuat, ajak hati dan pikiran untuk mengingat dan menghayati karya-karya ini, untuk terakhir kali.


Pameran berlangsung sampai dengan 30 Agustus 2011

Ruang MES 56
Jl. Nagan Lor No. 17
Patehan, Kraton,
Yogyakarta 55131

8.16.2011

MALAM TAREKAT PISANG



Rabu, 17 Agustus 2011
Jalan Langenarjan Lor No. 17B,
Panembahan, Kraton,

Forum Diskusi Kelompok Yogyakarta
“Mau Dibawa Kemana Hubungan Kita: Menelaah Kusutnya Industri Musik di Era Digital”
Bersama:
Anton Kurniawan (Manajer Content Media Provider), Felix Dass (Penulis Musik), Leilani Hermiasih (Frau), Risky Summerbee (Dialectic Recording), Wok The Rock (Yes No Wave Music)
Moderator: Antariksa (KUNCI Cultural Studies Center)
Waktu 13.00-15.00 

Diskusi Buku ”A Well Respected Man Or Book Of Echoes”
Tema buku ini berfokus pada teks Als ik eens Nederlander yang ditulis pada tahun 1913 oleh pemikir nasionalis, Soewardi Soerjaningrat. Dalam pengembangannya kali ini, esai seminal ini menjadi pandu bagi jalannya pertukaran gagasan mengenai persoalan pendidikan masa kini dan cara-cara lain dalam memahami kondisi paska kolonial dan gemanya. Ini dilakukan antara lain dengan menarik arah diskusi ke luar topik korban/kebersalahan (pasca) kolonial dan politik /krisis identitas nasional, menuju konstruksi ranah imajiner transnasional di mana etos dan subjektivitas baru dapat dikembangkan. Buku hasil eksplorasi seniman Belanda, Wendelien Van Oldenborgh ini merupakan edisi pertama dari seri Electric Palm Tree Textbook yang diterbitkan oleh Casco.
Bersama:
Nuraini Juliastuti, Wandelien Van Oldenborgh, dan G. Budi Subanar
Moderator: Ferdiansyah Thajib
Waktu: 16.00-18.00

Alunan musik bersama:
frau, Risky Summerbee & the Honeythief, Senyawa – Rully Shabara & Wukir Suryadi

(Rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan gratis)

8.15.2011

BED PEACE


MESSAGE FROM YOKO ONO

Dear Friends,

In 1969, John and I were so naïve to think that doing the Bed-In would help change the world.
Well, it might have. But at the time, we didn't know.

It was good that we filmed it, though.
The film is powerful now.
What we said then could have been said now.

In fact, there are things that we said then in the film, which may give some encouragement and inspiration to the activists of today. Good luck to us all.

Let's remember WAR IS OVER if we want it.
It's up to us, and nobody else.
John would have wanted to say that.

Love, yoko

Yoko Ono Lennon
London, UK
August 2011

----------------------------------------------------------------------

Dear Friends,

I have had so many of you contact me and ask if we can keep BED PEACE playing for longer, so I have decided to extend the deadline for another week -- until midnight on 21st August -- so everyone can get a chance to see it.

Tell your friends to go to http://imaginepeace.com/archives/15702 to watch the film, read about it, Tweet and Facebook message about it -- discuss PEACE with your friends.

GIVE PEACE A CHANCE
REMEMBER LOVE
IMAGINE PEACE: Think PEACE, Act PEACE, Spread PEACE.

i love you!
love,
yoko

----------------------------------------------------------------------

ABOUT THIS EXCLUSIVE SCREENING OF BED PEACE

BED PEACE is FREE to watch exclusively here on YouTube and IMAGINEPEACE.com for ONE WEEK ONLY, ending at midnight (NY time) on Sunday 21st August 2011.

----------------------------------------------------------------------

ABOUT BED PEACE

1969 was the year that John & Yoko intensified their long running campaign for World Peace. They approached the task with the same entrepreneurial expertise as an advertising agency selling a brand of soap powder to the masses. John & Yoko's product however was PEACE, not soft soap, and they were determined to use any slogan, event and gimmick in order to persuade the World to buy it.

BED PEACE (directed by Yoko & John and filmed by Nic Knowland) is a document of the Montreal events and features John & Yoko in conversation with, amongst others, The World Press, satirist Al Capp, activist Dick Gregory, comedian Tommy Smothers, protesters at Berkeley's People's Park, Rabbi Abraham L. Feinberg, quiltmaker Christine Kemp, psychologists Timothy Leary & Rosemary Leary, CFOX DJs Charles P. Rodney Chandler & Roger Scott, producer André Perry, journalist Ritchie York, DJ & Promoter Murray The K, filmmaker Jonas Mekas, publicist Derek Taylor & personal assistant Anthony Fawcett.

Featured songs are Plastic Ono Band's GIVE PEACE A CHANCE & INSTANT KARMA, Yoko's REMEMBER LOVE & WHO HAS SEEN THE WIND & John's acoustic version of BECAUSE.

"As we said before: WAR IS OVER! (If You Want It)" - yoko

----------------------------------------------------------------------

BED PEACE

Directed by Yoko Ono & John Lennon
Starring John Lennon & Yoko Ono

FILMMAKERS
Yoko Ono
John Lennon
Nic Knowland
Franco Rosso
Malcolm Hawley
Angus Trowbridge
Wendy Bindloss
Mike Lax
Richard Key
Jack Reilly
Mike Billing

Bag Productions
© 1969 Yoko Ono Lennon.

6.05.2011

SPACE EDITION




FUR MAGAZINE Vol. 13

SPACE

Ruang seakan-akan adalah sebuah bidang yang membatasi. namun pada dasarnya kita hidup dari sebuah ruang ke ruang lainnya. ketika kita membuka sebuah pintu, kita akan terhubung dengan pintu lainnya.

Lalu,
ketika sebuah ruang menjadi sebuah pembatas dalam hal diri seseorang dengan dunia luarnya, sebagai subjek yang seakan-akan dibatasi oleh bidang imajiner itu, kita memiliki kesempatan juga kemampuan menembus batas-batas tersebut.

jika.
aku memiliki ruang itu, kau, dia, mereka pasti memilikinya juga. sebuah ruang sendiri yang kau beri nama teritori.
ketika aku berada di dalam ruangmu, atau di ruang mereka atau kau berada di ruangku, akan terjadi peleburan, persilangan, dan mungkin menjadi sebuah ruang baru yang biasa kau sebut kolaborasi.

maka. apa yang terjadi?
apapun.
Mari berbagi cerita, apa yang kau alami di "ruang-ruang" dimana kau berpijak.

KONTRIBUTORS:
Aishanatasha Adisasmita
Anisa Dhaniaprianty
Chyntia Puspitasari
Claudia Dian
Djoan Rizky
Emge Pandega
Iqbal Sardadi
Mega Saffira
Nani Puspasari
Natasya Soetantyo
Randy J. Parker
Teuku Ade Shofwan
Tridi Arteta
Yehezkiel Ryan Aldo.

Printed by order
Price :50K
Hardcover
Paper : Bookpaper 90gr
97 sheets

6.01.2011

ANATOGRAFI : Art Photography Exhibition

Masyarakat kita merupakan masyarakat yang hidup dalam kebudayaan visual yang terbiasa memahami segala sesuatu lebih mudah dengan menggunakan citraan-citraan. Keterbiasaan ini diperkuat oleh media yang demikian intens
menyuguhkan berbagai visual demi membangun opini bagi berita yang disuguhkan, baik itu media cetak maupun elektronik. Selain itu dalam kehidupan sehari-hari citraan dapat ditemukan pada spanduk iklan, kemasan makanan, poster acara musik, sampai stiker di angkutan umum. Segala citraan ini dibuat dengan dasar tujuan yang sama, yaitu membentuk persepsi maupun opini dari masyarakat. Begitu penting peran visual sehingga kehadirannya begitu mempengaruhi pola pikir dan komunikasi dari masyarakat itu sendiri.

Kehadiran berbagai citraan ini tentu tak dapat dipisahkan dari peran fotografi. Seluruh bentuk visual yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari hampir semuanya menggunakan teknik tersebut. Sebagai teknologi yang terus berkembang, fotografi pada awalnya memang berfungsi sebagai alat perekam, membekukan sebuah moment atau kejadian tertentu. Oleh karena itu, foto dianggap sebagai "bukti" otentik mengenai suatu peristiwa. Sehingga masyarakat pasti mempercayai keotentikan sesuatu melalui fotografi, karena ia adalah indeks dari kenyataan.

------------------------------------------------------------

“ANATOGRAFI” sendiri diambil dari gabungan kata ‘anatomi’ dan ‘fotografi’. Tentang ‘fotografi’ sendiri sudah dijelaskan sebelumnya, sedangkan ‘anatomi’, yang berasal dari bahasa Yunani ‘anatomia’, adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia. Inti dari pameran ini adalah mengangkat ‘tubuh’ yang menjadi inti dari ‘anatomi’ itu sendiri, menjadi representasi maupun ekspresi dari nilai-nilai budaya termasuk keyakinan atau kepercayaan tertentu tentang agama, politik, dan identitas sosial. Mengapa banyak seniman kontemporer berfokus pada tubuh? Dalam beberapa kasus, fokus ini adalah hasil dari sikap aktivis terhadap pembuatan, di mana pribadi menjadi politik.

Dalam mengeksplorasi tema tubuh, para seniman kontemporer ini menciptakan karya foto dengan memanfaatkan berbagai strategi dan motif fotografi, mereka berurusan dengan tubuh melalui cara yang tidak biasa yakni dengan menggandakan, memecah-belah, mengisolasi bagian tubuh, ataupun menunjukkan organ dan unsur lain interior tubuh.

-Kara Andarini & Claudia Dian-

Seniman :
Adhya Ranadireksa
Antonio Sebastian Sinaga
Debbie Tea
Dimas Arif Nugroho
Henrycus N. Sunargo
Jabbar Muhammad
M. R. Adytama Pranada

Pengantar Pameran : Jabbar Muhammad & Annisa Rahadi
Accoustic Performance by: Etza Meisyara

Opening & Artist Talk :
Jumat, 3 Juni 2011
Pukul 16.00 wib

Galeri Padi Art Ground 

Jl. Ir. H. Djuanda No. 329
Bandung, Indonesia
Pameran berlangsung sampai 11 Juni 2011

Fur Free Edition #3




Fur Free 3rd Edition.

Interview with Kendra Ahimsa
Poems by Jayu Juli Astuti
Short story by Nadhila Adani
Photography by Mahar Gireta Rosalia

printed just 100 eks.
------------------------------------------------------------
Fur Free terbit tiap bulan, menerima karya berupa interview with artist, cerita pendek, puisi, komik.
kirim karya ke redaksi, email fur.magazine@yahoo.com

Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah isi tulisan.

----------------------------------------------------------
and waitin for the catalogue version at this June.

5.18.2011

ARCHIVE AID 2011 A FUNDRAISING EVENT


Time and Place :
Sunday, May 22, 7.30 pm -onwards
Jakarta Art District
Grand Indonesia Shopping Town Mal, East Mal, Lower Ground
Officiated by: Ms. Amalia Wirjono
Hosts: IVAA, PSASS, Kemang 104 & Friends, Koalisi Seni Indonesia
MC: Nastasha Abigail 
The artists and artworks are selected by Farah Wardani (IVAA) and Agung Hujatnikajennong (SSAS)
The exhibition continues until June 5th, 2011.
 CP: Christy/Tina (IVAA): christy@ivaa-online.org
Arum/Ayu (Selasar Sunaryo): pustakaselasar@selasarsunaryo.com

This is a collaboration between Indonesian Visual Art Archive (IVAA) and Pustaka Selasar Sunaryo Art Space (PSSAS). We organize this fundraising exhibition to generate support for the archiving, documentation and library activities of both institutions.
This program is also a continuity of ‘IVAA BookAID’ – that transformed into ‘ArchiveAID’ in 2009, a part of IVAA fundraising activities that are conducted to support the sustainability of our non-profit institution. A great part of the income generated from this exhibition will be contributed to the archive and library programs of IVAA and PSSAS.
The main presentation of this exhibition is the soft-launch of New IVAA Digital Archive that features Online Directory of Indonesian Contemporary Art.
-- 
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE

Gang Hiperkes Kp. Dipowinatan 188 A/B RT.14, RW.03
Keparakan, Mergangsan Yogyakarta 55152 Indonesia
Phone/Fax: +62 274 375262



4.29.2011

ANIMAL INSTINCT


A Lo-Fi Photo Exhibition by  Klastic Community
Kurator: Cassandra Niki
 6-8 Mei 2011 di Karta Pustaka, jl. Bintaran Tengah 16 Yogyakarta

Agenda:
6 Mei, 18.30:
Pembukaan pameran dan Diskusi foto jurnalistik bersama Surya Adi Lesmana (jurnalis foto harian Kedaulatan Rakyat)
7 Mei, 18.30:
Workshop Lo-fi Camera bersama Sandy Wijaya (toy cam. Photographer)
8 Mei, 18.30:
Parade Band (Live Acoustic, Come on Superstar, Stand up for Coffee, Fade, KimNdut!)

Kaskus Plastic and Toy Camera Community (Klastic) regional Yogyakarta akan menggelar pameran foto dan workshop toy camera. Klastic adalah wadah komunikasi untuk pecinta dan pengguna  kamera plastik, toy cameralow fidelity (lo-fi) camera. Tema “Animal Instinct” adalah metafor tentang kebinatangan, dalam hal ini sisi yang positif, yaitu insting hewan yang selalu beradaptasi terhadap lingkungan agar bertahan hidup. Klastic sebagai komunitas yang menggunakan kamera lo-fi, menggunakan film, harus mampu beradaptasi dan bertahan hidup di era digital.  Keterbatasan fitur dalam kamera lo-fi justru menjadi tantangan untuk menghasilkan karya foto yang unik dan bernilai seni.
Selain pameran foto, ada pula diskusi dan workshop fotografi, gathering komunitas dan bazaar. Event ini digelar secara gratis, untuk umum.

Kontak: Deffy 085 724 371 222  atau  www.klastic.org

OPEN CALL OF THE INTERNATIONAL CREATOR RESIDENCY PROGRAM


Tokyo Wonder Site Aoyama: Creator-in-Residence Open Call of the International Creator Residency Program 2011!


We are now calling for international creators who could perform new creative activities based on the subjects which are core of our projects such as "Art and Environment", "Cultural diversity and the activities of New Art Centres", or "Possibilities of collaboration" during their residency at TWS Aoyama:Creator-in-Residence for three months.


Residency Period: From the beginning of January to the end of March, 2012
Details: Creators who are planning to undergo cultural study or research based  at TWS Aoyama:Creator-in-Residence during the above period.
Number of participating artists: 2

Application period:
From 5 April (Tue) to 31 May (Tue), 2011
*Application Form must arrive at TWS Aoyama no later than 31 May (Tue),
2011The application must be sent by traceable delivery service.


Application Outline and Form:
Please download the Application Package from following URL:

Enquiries:
Email: residence2011@tokyo-ws.org
 * Please make enquiries by e-mail no later than 9 May (Mon) 2011.
We will send back FAQ by email by 14 May (Sat) 2011.

Please feel free to contact us if you have any questions.
Thank you very much for your cooperation in advance.

Best wishes,

Daisuke Harada
Kaori Otake
--------------------------------------
Tokyo Metropolitan Foundation
for History and Culture,
Tokyo Wonder Site



COSMOS AOYAMA SOUTH 3F, 5-53-67
JINGUMAE, SHIBUYA-KU, TOKYO 150-0001
--------------------------------------
TEL: +81-(0)3-5766-3732
FAX: +81-(0)3-5766-3742
E-mail: residence2011@tokyo-ws.org
URL: http://www.tokyo-ws.org

4.18.2011

Cirque Du Plastic-Animal Instinct (lo-fi exhibition Klastic Yogyakarta)


Cirque Du Plastic-Animal Instinct
Pemeran Fotografi Klastic Regional Yogyakarta
Kurator : Cassandra Niki

“Animal Instinct” tidak hanya mendeskripsikan binatang sebagai objek namun lebih luas lagi, yaitu tentang sifat-sifat kehewanian yang tanpa disadari kita lakukan dikehidupan nyata serta mengadopsi insting hewan yang dapat membentuk perilaku adanya humanity (kemanusiaan) dan animality (kebinatangan). “Animal Instinct” bukanlah selalu hal negatif, ada juga sisi naluri kebinatangan yang positif, seperti induk harimau yang tetap melindungi anak-anaknya meskipun dikenal sebagai hewan yang cukup buas. “Animal Instinct” juga bisa dideskripsikan melalui metafor-metafor tentang kebinatangan.

Waktu : 6 – 8 mei 2011
Pusat Kebudayaan Indonesia Belanda-Karta Pusaka, Jl. Bintaran Tengah No.16 Yogyakarta

Detail 
6 mei 2011 (18.00-21.00 WIB) :
Opening pameran dan sharing bareng Surya Adi Lesmana (fotografer jusnalistik Kedaulatan Rakyat)

7 mei 2011 (12.00-21.00 WIB) :
workshop bareng Sandy Wijaya (Klastic Bandung/holgagrafer) 18.00 WIB

8 mei 2011 (jam 12.00-21.00 WIB) :
live accoustic (comeon superstar, stand up for coffee, fade , kimNdut!)

setiap hari : bazaar kamera :D

contact person :
Deffy ( 085724371222)

peta lokasi bisa di unduh di : http://on.fb.me/gNylFV


4.16.2011

SLICE 90'S

Slice of 90 adalah sebuah tempat membagi kepingan-kepingan kenangan yang menyenangkan dalam sebuah dekade terakhir sebelum memasuki dunia milenium. sebuah ide simpel yang diprakarsai Onny Ranantalice,Isa Panic Monsta,dan Hafiedz Blackheart, yang dengan indahnya direspon oleh Tampan Destawan dari FUR magazine untuk dipublikasikan.

So, 90an, sebuah dekade dengan ribuan bahkan jutaan memory namun selalu ada yang m...elekat kuat di masa-masa sekarang yang sedikit banyak berpengaruh dalam hidup kita, atau paling tidak menjadi bahan tawa dan canda untuk sekedar menghangatkan suasana hati.

Dan inilah sajian berupa blog yang dapat diakses secara online, media online kita pilih karena sebagaimana sebuah memory yang bisa kita akses dimana saja dan kapan saja kita membutuhkanya.

Jadi kami sangat-sangat berterima kasih kepada semua teman-teman yang dengan suka rela membagi bagian dari memorynya untuk kita nikmati bersama-sama menjadi sebuah sajian yang menghangatkan suasana hati kita bersama. :)

Kalian juga bisa ikut serta dalam project ini dengan mengirimkan karya kalian yang kemudian akan dishare di blog.

kirim karya ke:
sliceof90@yahoo.com
Blog: http://sliceof90.blogspot.com/

salam sweet 90,
slice of 90 kids

4.15.2011

FUR FREE #2





FREE EDITION #2 (Limited)
Indonesian version

Interview with Kara Andarini by Larasya Nayenggita
Interview with Jordan Marzuki by Tampan Destawan S
Short Story by Kanya Stira Sjahrir
Poems by Dwi Rahariyoso

Credits:
- free poster, artwork by Kara Andarini
- pattern by Mathiole
- Paper : Bookpaper 70gr

NOW AVAILABLE FOR FREE!