Showing posts with label EVENTS. Show all posts
Showing posts with label EVENTS. Show all posts

9.08.2011

LONER LUCY



“Loner Lucy” is a depiction of a situation we all know probably just a tad too well. Lucy is a girl, but more than a mere certain person, Lucy is a dedication to everyone who has been alone, but refused to be dragged into the dark feeling of loneliness and emptiness.
Here, loneliness is translated as a chance to get back to the inner self, find the truest pleasure of being alone and still loving oneself. Being alone gives a chance to think, focus, retrospect and reflect. In the end it will offer a new, even more beautiful outlook on life. Being grateful to whatever life is presenting is no longer impossible.

“Loner Lucy” is about the ability to be alone and not feel lonely. Both artists view this ability as an art itself. Art of self-reliance, if you will.

Tree House Kemang request the honor of your presence to our monthly exhibition :

L O N E R L U C Y
Photo Exhibition by Poppie Mayiesky and Adnyani Dewi
On : Saturday, September 10th 2011
Time : 19.00
Music performances by Jirapah and Space System
Venue :Tree House
Jalan Kemang I / no. 73
Jakarta 12730 Indonesia
treehousekemang.com
(across Splash, next to Little Baghdad)
—
Poppie Mayiesky is constantly inspired by nature, moments, people and sad eyes. These things always make her heart ponder. Born in Jakarta on May 11th, 1986 she is a photographer with an eye for the beautiful and serene. Her pictures whisper gentle stories, tickle curiosity and make people ask for more. Poppie received a BA with Honours in Graphic Design from Limkokwing University of Creative Technology, Kuala Lumpur, Malaysia. She is currently working as a freelance photographer at some local magazine such as DEW Magazine, ELLE Décor Magazine, Nylon Magazine, CLARA Magazine, SUB Magazine, DEWI Magazine, Girlfriend Magazine, and GOGirl.
Exhibitions:
RUPA ‘Colours’ – Kuala Lumpur, Malaysia (2007)
Viewfinder – Kuala Lumpur, Malaysia (2008)
Benangmerah “Swargaloka” – Jakarta, Indonesia (2009)

Adnyani Dewi is a photographer that lets her rich cultural background that blends the ever so colorful and sometimes conventional Hindu culture with Jakarta urban way of living be her compass in capturing images and moments. The results are photos that speak more than words can describe, ignite conversations and create worlds that are distinct but familiar. She was born in Jakarta on May 2nd, 1983. She attended the Academy of Art in University of San Francisco majoring in Photography from 2002 to 2006. She also was a student in Speos Paris Photography Institute in 2007 – 2008.
Exhibitions:
Benangmerah “Swargaloka” – Jakarta, Indonesia (2009)
Asian Students and Young Artist Art Festival – Seoul, South Korea (2010)
Backyard “Jakarta: DOELOE + SKRG” – Jakarta, Indonesia (2011)

HYBRID PROJECT


Butterfly Effect at Barli Museum Bandung, Indonesia.
This event is a collaborating exhibition event between art and music which has been held on June, 30th 2011 - July 4th 2011

Coming Soon HYBRID PROJECT 2011-2012:

Butterfly Effect Expanded Version at MAJA HOUSE Bandung, Indonesia. Will also present many public programs such as workshops, live music, live DJ performance, Bazaar, and much more to experience... 
COME, EXPERIENCE and BE PART OF HYBRID PROJECT!!
- SEPTEMBER 23rd - 29th 2011 -

9.03.2011

ECONIC


Environment Sustainability (Keberlangsungan Lingkungan Hidup) : Upaya proses perlindungan biosfer dan keanekaragaman hayati sekaligus memajukan pembangunan sosial-ekonomi manusia.

COmmunity-Creative (Komunitas Kreatif) : Mengkampanyekan gagasan fesyen ramah lingkungan dalam gaya masa kini melalui penciptaan suatu komunitas masyarakat yang kreatif dan menjadi contoh untuk masyarakat sekitar.

Natural Product (Produk-Produk Alami) : Aplikasi penggunaan produk-produk berbahan dasar alami dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Inspire (Menjadi Inspirasi) : Gaya hidup tetap menjadi salah satu faktor penting yang membentuk perilaku manusia. Melalui acara ECONIC, diharapkan masyarakat sekitar dapat terinspirasi oleh tren fesyen ramah lingkungan yang turut menyelamatkan bumi dan lingkungan hidup.

Charity (Kegiatan Amal ) : Melakukan kegiatan positif dan mencegah perilaku manusia yang ceroboh dengan mendidik, memberi contoh dan menjadi panutan melalui program-program amal.

econicevent.com

8.26.2011

LOMBA DESAIN MASKOT 'FLESHY' – DIGITAL VIRAL OK. VIDEO FLESH 2011


Divisi Pengembangan Seni Video ruangrupa akan kembali menggelar OK. Video Festival, sebuah perhelatan seni video dua tahunan di bulan Oktober 2011 ini. Tema FLESH digunakan sebagai metafora untuk merayakan hubungan yang kian mesra antara video sebagai piranti audiovisual dengan masyarakat kontemporer.

OK. Video FLESH melihat fenomena ini melalui empat sudut pandang: 1. Performance (kurator: Agung Hujatnikajennong) 2. Power (kurator: Hafiz Rancajale), 3. Digital Viral (kurator: Farah Wardani) 4. Private-Public (kurator: Rizki Lazuardi & Mahardika Yudha). Keempat sesi ini menjadi bagian utuh yang akan dipresentasikan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Sesi Digital Viral menggunakan strategi presentasi yang berbeda. Puluhan layar gadget berukuran kecil akan ditempatkan secara tersebar pada banyak titik di lokasi pameran Gedung Galeri Nasional Indonesia. Kami berencana melakukan strategi display tersebut dengan mengetengahkan sebuah 'Maskot' bagi sesi Digital Viral ini, yang kami namakan 'FLESHY'.

FLESHY adalah sesosok virus digital yang lucu dan penuh pergerakan. Mahluk culas nan berbahaya ini juga menjanjikan banyak mukjizat yang barangkali menyenangkan, mempesona, seperti Nabi Musa yang mampu membelah lautan dengan tongkatnya, seperti teknologi itu sendiri. Sebagai virus, ia mewakili sifat-sifat video yang kian organik, hidup, berkembang, dan beranak-pinak dalam sifatnya yang viral. Ia kerap hadir dalam keseharian kita: masyarakat digital.

Digital Viral mengundang Anda untuk mengikuti sayembara desain ikon FLESHY pada OK. Video FLESH – 5th Jakarta International Video Festival. Desain yang terpilih akan menjadi maskot resmi untuk sesi ini. Kami akan memilih satu pemenang, dengan hadiah senilai Rp. 1.000.000,-Hak cipta desain maskot FLESHY menjadi milik kreator.


Kriteria desain maskot FLESHY:
High Resolution image, 300 dpi
Ukuran 15 x 15 cm
Berbentuk dasar semacam virus/monster
Memiliki karakter lucu, sedikit sarkas, dan dinamis
Format *.jpeg atau vektor
Pilihan warna bebas


Deadline:
4 September 2011
Karya dikirim melalui email ke:
farahwardani@gmail.com
ibnurizal88@gmail.com


Terima kasih


Farah Wardani
Kurator Sesi Digital Viral OK. Video FLESH 2011
5th Jakarta International Video Festival 2011
Ibnu Rizal
Asisten Direktur Artistik OK. Video FLESH

8.18.2011

ONLY ONE TREE

Solo Exhibition by Iwahori Teruyo

Kali ini Galeri MES 56 menghadirkan seorang fotografer amatir dari Tokyo, Ms Iwahori Teruyo, dengan seri karya ‘Only One tree’. Seri ini merupakan salah satu seri yang sempat ia perlihatkan kepada kami, ketika bertemu pada Bulan Foto Tokyo Juni lalu. Hal yang menarik dari pameran ini, kenyataannya, adalah pada si fotografernya sendiri. Ia merupakan guide resmi bagi para tamu atau fotografer yang diundang oleh PSJ (Photographic Society of Japan), dan ia adalah seorang ibu rumahtangga, yang secara tekun menghayati hobi fotografinya sejak masih muda. Tak kurang dari 15 pameran telah ia ikuti di Jepang dan 9 kali pameran di Vietnam. Ia sendiri adalah anggota PSJ, sebuah perkumpulan bagi para fotografer amatir di Jepang. Antusiasme Iwahori pada fotografi bisa dilihat dari sikap dia dalam mengelola karya fotonya; ia memiliki bundle buku-buku kompilasi karyanya, yang sudah ia rangkai menjadi sebuah seri yang utuh. Ia pun secara rutin mencetaknya diatas kertas fine art paper jepang, dan dari segi alat, ia termasuk update, DSLR profesional terbaru ia beli, sementara yang lama ia wariskan ke suami tercintanya.


Satu hal yang menarik dari antusiasme orang jepang terhadap fotografi adalah masih adanya tradisi mencetak diatas kertas. Jika disini, sebagian besar dokumentasi fotografi akan berakhir di belantara ruang simpan digital dan preview monitor, di Jepang mereka dengan sangat gampang mencetak, menjilid atau mem-frame-kannya, memberikan kepada kolega atau menyimpannya di rumah. Tradisi mencetak ini penting untuk melihat seberapa dekat fotografi dengan hajat hidup sehari-hari. Archive digital akan menjauhkan gambar-gambar, peristiwa-peristiwa yang dibekukan itu, dari ruang dan kesadaran sehari-hari. Untuk keperluan pameran inipun, Iwahori telah mencetaknya, dan memberikan kepada kami agar bisa kami tenteng dalam perjalanan pulang.


Pameran ini merupakan pameran terakhir di ruang ini. Untuk setahun ke depan, Ruang MES 56 tidak akan mengelola ruang secara fisik atau galeri. Jadi, selamat menikmati untuk terakhir kalinya sebuah pameran fotografi di ruangan ini. Buat kesan yang kuat, ajak hati dan pikiran untuk mengingat dan menghayati karya-karya ini, untuk terakhir kali.


Pameran berlangsung sampai dengan 30 Agustus 2011

Ruang MES 56
Jl. Nagan Lor No. 17
Patehan, Kraton,
Yogyakarta 55131

8.16.2011

MALAM TAREKAT PISANG



Rabu, 17 Agustus 2011
Jalan Langenarjan Lor No. 17B,
Panembahan, Kraton,

Forum Diskusi Kelompok Yogyakarta
“Mau Dibawa Kemana Hubungan Kita: Menelaah Kusutnya Industri Musik di Era Digital”
Bersama:
Anton Kurniawan (Manajer Content Media Provider), Felix Dass (Penulis Musik), Leilani Hermiasih (Frau), Risky Summerbee (Dialectic Recording), Wok The Rock (Yes No Wave Music)
Moderator: Antariksa (KUNCI Cultural Studies Center)
Waktu 13.00-15.00 

Diskusi Buku ”A Well Respected Man Or Book Of Echoes”
Tema buku ini berfokus pada teks Als ik eens Nederlander yang ditulis pada tahun 1913 oleh pemikir nasionalis, Soewardi Soerjaningrat. Dalam pengembangannya kali ini, esai seminal ini menjadi pandu bagi jalannya pertukaran gagasan mengenai persoalan pendidikan masa kini dan cara-cara lain dalam memahami kondisi paska kolonial dan gemanya. Ini dilakukan antara lain dengan menarik arah diskusi ke luar topik korban/kebersalahan (pasca) kolonial dan politik /krisis identitas nasional, menuju konstruksi ranah imajiner transnasional di mana etos dan subjektivitas baru dapat dikembangkan. Buku hasil eksplorasi seniman Belanda, Wendelien Van Oldenborgh ini merupakan edisi pertama dari seri Electric Palm Tree Textbook yang diterbitkan oleh Casco.
Bersama:
Nuraini Juliastuti, Wandelien Van Oldenborgh, dan G. Budi Subanar
Moderator: Ferdiansyah Thajib
Waktu: 16.00-18.00

Alunan musik bersama:
frau, Risky Summerbee & the Honeythief, Senyawa – Rully Shabara & Wukir Suryadi

(Rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan gratis)

8.15.2011

KEMBALI MERAJAH MENTAWAI



Pemutaran & diskusi video dokumenter
“KEMBALI MERAJAH MENTAWAI”.
Gratis. Berlaku untuk umum.

bersama:
Durga Sipatiti, seniman tato
Rahung Nasution, videomaker
Hatib Abdul Kadir Olong, dosen antropologi Univ. Brawijaya, penulis buku Tato (LKiS, 2006)
Tom, antropolog, wartawan
Sony, seniman tato, Irezumi Shadow, Surabaya Tattoo Artists Community

Sabtu, 20 Agustus 2011
pk. 17.00-21.00 (disediakan takjil)
Perpustakaan C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya

SINOPSIS
Sejak bulan Februari 2009, Aman Durga Sipatiti (seorang seniman tato yg berbasis di Jakarta) melakukan beberapa kali kunjungan ke Matotonan dan Sakuddei, pedalaman Siberut Selatan, Mentawai. Kunjungan ini bertujuan melakukan pendokumentasian titi atau tato Mentawai yang kini nyaris “punah” dan hanya tersisa di pulau Siberut.

Selain mendokumentasikan dan mencatat ulang desain-desain yang ada, Durga juga melakukan kolaborasi workshop dengan Sipatiti (ahli tato Mentawai) dan melanjutkan kembali tato mereka yang belum selesai.

Teteu Bali menceritakan ketika sanak keluarganya ditangkap polisi pamong praja dan dibawa ke Padang kerena mereka masih mempraktekkan tato dan kepercayaan leluhur mereka Arat Sabulungan.

Di dalam video dokumenter ini, Aman Lusin Kerei Sangaimang (seorang Sikerei, tetua adat) bertutur kepada Durga dan Berthoes tentang Arat Sabulungan sebagai satu sistem pengetahuan, nilai dan aturan hidup yang dipegang kuat yang diwariskan oleh leluhur suku Mentawai. Mereka meyakini adanya dunia roh-roh dan jiwa. Setiap benda yang ada, hidup atau mati mempunyai jiwa dan roh seperti manusia. Mereka harus diperlakukan seperti manusia. Karena itu orang-orang tidak boleh menebang pohon sembarangan, tanpa izin panguasa hutan (Taikaleleu) serta kesediaan dari roh dan jiwa dari kayu itu sendiri. Untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan dengan dunia roh-roh, manusia dan alam suku Mentawai mempersembahkan berbagai sesaji dan melakukan berbagai ritual.

Dari interaksinya langsung dengan penduduk di pedalaman pulau Siberut, Durga mencoba mencari tahu arti penting tato bagi masyarakat adat Mentawai.
------------------------------------------------------
Produser: Mentawai Tattoo Revival Project
penulis-sutradara-kamerame​n-editor: Rahung Nasution
Tim produksi: Herrybertus Sikaraja, Lucy Setiawan, Liki, Adi Mulyana
Narator: Aman Durga Sipatiti
Penterjemah mentawai: Esmat Wandra Silaingee
Lokasi film: Matotonan-Mongan Tepu-Sakuddei-Sagulubbek di Pulau Siberut-Kepulauan Mentawai-Indonesia – tahun 2010
Durasi: 30 minutes

©2010 Mentawai Tattoo Revival Project & JAVIN (Jaringan Videomaker Independen)
---------------------------------------------------------------------------------------
Acara ini diselenggarakan oleh:
hifatlobrain.com
C2O
Kotak Hitam
Durga Tattoo
Didukung oleh:
Irezumi Shadow
Tattoo Heroes
Surabaya Tattoo Artists Community
Info: (031) 77525216
c2o.library@yahoo.com

7.08.2011

Surprise Stove #5 by KEUKEN


Surprise Stove #5 

Pagi hari. Kebun, Panen. Sayuran segar. Perayaan.
Kembali mengejutkan sahabat Bandung Berkebun pada perayaan panen pertamanya, Keuken mengundang Risa Saraswati, Marshella Safira dan Egi Anggarda untuk kali ini tidak hanya membawa aura mistik, tapi juga harum masakan buatan mereka.

Memasak langsung segarnya panen sayuran di tengah pekak kota, dan, tanpa menunggu makanan dingin membagikan seluruhnya untuk disantap bersama!

Keuken : Cikapundung. 24 Juli 2011. 
Shot by Febian Nurrahman Saktinegara and Sarah Soeprapto.
Edited by Febian Nurrahman Saktinegara.
Music by The Hours.

------------------------------------------------------




Something smell's good. Isn't it?
-
Come out, come out of the barn.
Berlarianlah keluar, tinggalkan sarang dan kandang hangat sejenak untuk sedikit berbagi dan merayakan bersama, karena toh jalanan bisa dibuat sama hangatnya: perayaan makanan pertama di satu ruas jalan raya perkotaan sebagai sebuah selebrasi spice of spaces— bumbu dan ruang. Sebanyak 20 tenant populer dari seluruh Bandung dihadirkan di sepanjang area jalan Cikapundung bersamaan dengan daerah Braga dan Asia Afrika sebagai artefak sekaligus saksi langsung perkembangan kota. Semua boleh datang dan berpesta untuk kebersamaan, makanan, dan publikasi ruang kota yang hangat.
Singin’, swayin’, grillin’, chillin’ and sweet music playin’.
Pengolahan sapi menjadi tema utama: entah dibakar, goreng, panggang, peras, peras dan fermentasi, apapun! Apapun masakan dan olahannya diserahkan pada setiap tenant dan koki undangan— profesional maupun dadakan; anda akan terkejut siapa dapat memasak apa—, karena merekalah bintang utama perayaan. Hiburan musik dimainkan langsung, street playground dan panggangan panjang barbeque dapat dimainkan siapapun, informasi ruang publik kota dan makanan berbentuk urban note di sepanjang jalan dan river view Cikapundung untuk seluruhnya tahu yang mereka makan dan rayakan.
KEUKEN.BDG
Perayaan satu hari penuh sebagai satu pesta kota perdana yang melibatkan makanan dan isu pemenangan ruang kota, KEUKEN.BDG dipestakan dari saat dini sarapan pagi, pukul 6 pagi hingga sepanjang makan siang, brunch, sampai makan malam larut pukul 10 malam. 24 JULI 2011. RECLAIM THE STREET. Menangkan kembali kebersamaan dan festivity di jalanan kota yang hampir lupa kita miliki. Dan kami rasa, tanpa perlu lagi kami ingatkan, dengan bangga kami perintahkan anda untuk datang dan mencicip. EAT!

keukenbdg.com
twitter.com/​keukenbdg
info@keukenbdg.com

6.14.2011

HOME STREET HOME



Pameran Fotografi
" Home Street Home "

Galeri Senirupa FSSR UNS
20-24 Juni 2011
10.00-16.00 WIB

Free Invitation :

Senin, 20 Juni 2011
10.30 WIB
Gd.3 Ruang Seminar FSSR UNS
Photography Sharing
" Street Photography" by Kurniadi Widodo

Rabu, 22 Juni 2011
11.00 WIB
Galeri Senirupa FSSR UNS
Workshop Pinhole
" Have Fun with Pinhole" by KLJ Solo

OPEN HOUSE 3: IVAA

Open House 3 : Bangun Sejarah Baru!
Pekan Program Peresmian Rumah Baru Indonesian Visual Art Archive

Menandai pindahan Rumah IVAA dari Patehan Tengah 37 ke Gang Hiperkes-Dipowinatan 188 A/B, dan mengawali kegiatan kami di tempat yang baru. Kami akan menyelenggarakan acara sepekan Open House IVAA yang diselenggarakan pada tanggal 17 – 24 Juni 2011.  Open House IVAA akan diisi acara ramah-tamah sederhana antarkomunitas dan antarorang. Selain untuk memperkenalkan tempat kami yang baru, kami juga ingin mempresentasikan update kerja IVAA selama ini. Kami ingin mengajak dan mengundang teman-teman, komunitas dan jaringan untuk bersama-sama merayakannya dengan cara saling mengisi, berbagi dan memresentasikan diri di Rumah IVAA.

Di Rumah IVAA – selain perpustakaan, ruang kantor, ruang dokumentasi dan ruang kelas – kami mempunyai tempat semacam panggung kecil di ruang baca IVAA yang kami bangun dalam bentuk ‘ampiteater’ mini. Di tempat tersebut kita bisa mengkreasi kegiatan apa saja termasuk untuk acara presentasi, diskusi, ngobrol, talk show, performance, dll, dalam suasana yang hangat dan familiar.
 
Rencana Program & Jadwal Open House IVAA
·      Jumat, 17 Juni 2011, jam 18.30 - selesai: Opening "Open House IVAA", yang akan diisi acara: Presentasi IVAA, Performance Jemek Supardi, dan Pentas Teater Naomi Srikandi dan Kusen Alipah Hadi.

·      Sabtu, 18 Juni 2011, jam 16.00 - selesai: Screening Film “JAGA BUMIMU, JAGA SELALU : Menjaga Bumi Dengan Hati” bersama Sanggar Anak Alam Yogyakarta, dengan mengundang semua pegiat dan komunitas pendidikan, lingkungan dan media serta Kampung Dipowinatan.

·      Minggu, 19 Juni 2011, jam 19.00 - selesai: MAKKO.co Jogja Launch: presentasi dan sharing tentang Makko webzine dan selukbeluk industri dan pengkaryaan komik Indonesia saat ini, dengan highlight pameran arsip komik IVAA.

·      Senin, 20 Juni 2011: Jam 16.00 - selesai: Ngobrol bareng sharing kegiatan mengenai “Pers Mahasiswa, Penerbitan dan Sastra” bersama Sintesa UGM, Ekspresi UNY, Lidahibu USD dan Bengkel Sastra USD.

·      Selasa, 21 Juni 2011 : jam 16.00 - selesai: Launching, Diskusi dan Pembacaan buku Kumpulan Cerpen "Galuh Suka Mencuri Bunga Mawar" oleh Andy SW (Bengkel Mime) dengan pembahas: Ikun SK dan Afrizal Malna.

·      Rabu, 22 Juni 2011, jam 16.00 - selesai: Presentasi WedhanganCreative: “Desain di Yogya sekarang ini”.

·      Kamis, 23 Juni 2011, jam 16.00 - selesai: Obrolan bareng Komunitas Ubuntu Jogja: Fotografi Open Source.

·      Jumat, 24 Juni 2011, Jam 16.00 – selesai: Pameran, Diskusi dan Presentasi mengenai “Sketsa, Kampung Dipowinatan dan Ruang-Arsitektur” oleh Komunitas Arengi, Gawe dan Indonesia Sketchers dengan teman diskusi: Eko Prawoto.

·      Sabtu, 25 Juni 2011, Jam 13.00 – selesai:
Artists Talk Marathon:
13.00-14.00: Ican Harem – Oleh-oleh Residensi Australia
14.30-15.30: Presentasi Kersan Art Studio
16.00-17.00: PUNKASILA

Moderator: Tony Volunteero
Closing party dengan musik.

Kami tunggu kedatangan kawan-kawan. Terima kasih sekali sebelumnya.

Salam,
Farah Wardani
IVAA

Peta:

OPEN SUBMISSION OK VIDEO 5th - FLESH







KIRIM VIDEOMU!

OK. Video FLESH - 5th Jakarta International Video Festival 2011
Pameran / Kompetisi / Diskusi / Program Publik
6 - 17 Oktober 2011 / Galeri Nasional Indonesia, Jakarta

PENDAFTARAN KARYA VIDEO

OK. Video FLESH melihat daging sebagai metafora dari entitas biologis tubuh manusia yang berubah menjadi entitas digital (citraan, suara, teks) melalui perkembangan teknologi audiovisual. Ia juga merepresentasikan video yang semakin memperlihatkan sifat-sifat organik: tumbuh dan berkembang di dalam ruang virtual yang melampaui batas spasial dan temporal, bertransformasi ke dalam berbagai medium, dan terus-menerus bereproduksi karena sifatnya yang viral. Fenomena ini terus dirayakan oleh masyarakat dalam beberapa tahun terakhir melalui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Festival ini mengajak siapapun untuk sama-sama merefleksikan berbagai pertanyaan: sejauh mana video dalam sifatnya yang organik bersinggungan dengan aspek sosial, politik, dan budaya kontemporer? Apakah masyarakat sedang betul-betul merayakan demokrasi atau sekadar ilusi virtual?, bagaimana persilangan antara yang privat dan yang publik terus bergerak dan berkembang?, bagaimana sistem sosial dan kekuasaan berhadapan dengan perubahan?, konsekuensi apa yang kemudian terjadi dalam kaitannya dengan isu sejarah, tradisi, agama, budaya urban dan rural, budaya populer, media massa, seksualitas, identitas, bahkan kekerasan? OK. Video menempatkan fenomena tersebut sebagai kemungkinan yang hadir untuk dirayakan, dibaca, dan dimaknai secara kritis.

OK. Video Festival fokus pada karya-karya non-naratif dan terbuka bagi rekonstruksi, manipulasi rekaman, juga berbagai eksperimen bahasa audiovisual. Kami menerima karya video dengan berbagai pendekatan. Tiga karya terbaik akan mendapat penghargaan khusus dan diumumkan pada pembukaan OK. Video 2011 di Galeri Nasional Indonesia.

Kami menerima karya video dalam format: DVD (hardcopy) & data lunak (softcopy melalui tautan video untuk diunduh) / Durasi 3 - 15 menit /
Produksi 2009 - 2011 / Batas waktu pengiriman 31 Agustus 2011 /
Pendaftaran karya gratis / Kunjungi  www.okvideofestival.org untuk mengunduh formulir pendaftaran

----------------------------------------------
Berikut ini adalah alamat ruangrupa;
jika anda memilih mengirimkan karya video anda dalam format DVD (hardcopy)
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan, 12820, Indonesia
T/F: +62 21 8304220


OK. Video - Jakarta International Video Festival adalah festival seni video internasional pertama di Indonesia yang telah diselenggarakan sejak 2003 oleh ruangrupa, sebuah organisasi seni rupa kontemporer di Jakarta.
OK. Video membuka ruang bagi karya-karya yang membahas fenomena sosial dan budaya di Indonesia dan mancanegara dalam format festival dengan tema spesifik.
Dukung OK Video: bantu sebarkan materi ini dengan menampilkannya pada situs, blog, facebook, twitter atau akun sosial lainnya.


6.13.2011

MENGINTIP LAUT


(sebelum dipamerkan di Les Tonnerres de Brest 2012)  
LIP galerie (Jalan Sagan 3, Yogyakarta):
15-21 Juni 2011 > Pembukaan : 15 Juni 2011 – jam 19.30 (bersama grup Malaria)
Seniman:
Riono Tanggul Nusantara (Tatang), Fathurohman Alwathoni (Indun), Hendra Priyadhani (Blankon), Fitriani D. K, Prayoga Satria U. (Iyok), Hendra Harsono (HeHe), Uji "hahan" Handoko, Prihatmoko Catur Wicaksono (Moki), Elia Nurvista, Ignatius Ade, Gintani Nur Apresia Swastika, Yudha Sandy, Anneke Fitrianti, Rennie “Emonk” Agustine F., Timoteus A. Kusno, Iwan Effendi, Maria Tri Sulistyani (Ria), Yuvita Dwi Raharti (Vita), Decky Firmansah "Leos", Restu Ratnaningtyas, Irennius Bongky
Pameran di Yogyakarta dalam rangka Musim Semi Prancis 2011
Partenaires du LIP: Les Tonnerres de Brest 2012, Kedai Kebun Forum
Sponsor principal du Printemps Français 2011: Gameloft
Sponsors associés : Manna Bakery, Blass
Les Tonnerres de Brest 2012
Setiap empat tahun, provinsi Bretagne di Prancis dan kota Brest menyambut ribuan perahu layar dengan berbagai tipe dari banyak negara. Selama satu minggu, peristiwa ini akan menjadi pertemuan unik, pameran “univer-sea” yang meriah dan pesta besar untuk merayakan seluruh Warisan Maritim dari seluruh dunia. Lebih dari 650 000 pengunjung dan 800 wartawan internasional diharapkan akan datang ke acara tersebut.

Fokus di Indonesia : Di tahun 2012, Indonesia akan menjadi salah satu dari empat negara undangan. Di laut, akan ada perahu layar dari Sulawesi, di dermaga akan ada perkampungan besar Indonesia yang di dalamnya akan dipamerkan keanekaragaman budaya Indonesia : pameran, batik, konser musik dll.

Proyek di Yogyakarta: LIP/CCF telah terpilih untuk menentukan dengan partner-partner yang terdiri dari 21 seniman dari Yogyakarta untuk membuat lukisan yang berkaitan dengan Mitologi Laut, khususnya tentang Ratu penguasa Laut Selatan.

DELICIOUS JOGJA FESTIVE SEASON

Delicious Jogja Festive Season adalah sebuah perayaan satu tahun Nantinya Creative Studio (NCS) menyapa langsung pelanggannya. Diawali tepat pada Pasar Seni FKY 2010 kemarin, NCS melakukan penjualan langsung pada konsumen setelah sebelumnya merintis pasar melalui sistem penjualan konsinyasi pada beberapa toko selama dua tahun.
Tepat setahun pula, NCS melakukan langkah-langkah progresif pengembangan produk dengan mendengar banyak keinginan konsumen akan produk tas yang mereka butuhkan. Dengan tetap mempertahankan semangat ‘bermain’ dalam menciptakan produk baru, NCS juga belajar menjadi studio kreatif yang professional.

Delicious Jogja adalah tema promo NCS tahun ini yang disampaikan melalui media dan kegiatan promo seperti catalog, website, facebook pages, dan pameran. Tema ini diharapkan mampu menjadi sebuah ‘bahasa’ yang mengumandangkan kenyamanan dan keramahan Jogja yang selalu mengiringi proses kreatif NCS sejak awal dirintisnya.

Delicious Jogja Festive Season sendiri akan dikemas dalam bentuk acara fashion show yang digelar dalam rangkaian acara Festival Kesenian Yogyakarta 2011. Selain menampilkan koleksi terbaru NCS, Fashion show digelar pada 25 Juni 2011 ini juga melibatkan beberapa produsen produk fashion potensial yang juga turut unjuk gigi di booth stand NCS sebagai sharing partner.

Seperti layaknya sebuah perayaan yang berakhir indah menjadi doa dan harapan, begitu pula yang ingin kami capai melalui Delicious Jogja Festive Season kali ini. Harapan kami, NCS akan semakin mantap melangkah dan terus mengembangkan diri sebagai studio kreatif produk fashion dan kerajinan yang mandiri, kreatif dan professional.

DELICIOUS JOGJA FESTIVE SEASON
Sabtu, 25 Juni 2011, 18.30- 20.00 WIB
Panggung utama, Pasar Seni FKY, Benteng Vredeburg, Yogyakarta


acara Fashion Show dan Launching Produk ini berkolaborasi dengan SADINOE, ISROL MEDIALEGAL,WIRU handmade tie dye n Batik dan TANGAN REGET.
dengan live performances by PINK COBRA dan MC maut ICAN HAREM
Motion Picture by Petrus Narwastu

supported by :

Panitia FKY 2011
Omahloro Branding Consultant
Petir Photography
Lunar Cipta Kreasi

Yasika Fm
Prambors Fm
Female Radio

Fur Magazine
Evenue Magazine
MyMagz

6.07.2011

DIPERKOSA KOTA



Pembukaan
Jum’at, 10 Juni 2011 / 19.00 – selesai
Terbuka untuk umum 
Dimeriahkan oleh
Sulap Urban oleh Kiswinar
Pameran
10 - 18 Juni 2011 (buka Senin - Sabtu pukul 11.00 – 21.00)


Ke 4 seniman dan 1 kelompok seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini, adalah para mahasiswa yang karyanya mendapat penghargaan sebagai 5 karya terbaik pada kegiatan pameran JAKARTA 32°C *, 2010. Sebagai kelanjutan dari proyek seni rupa JAKARTA 32°C, ruangrupa mengundang seniman-seniman muda ini untuk berpameran dengan membuat karya-karya baru yang mengangkat masalah-masalah keseharian masyarakat urban yang inspirasinya diambil dari fenomena terkini kota Jakarta.

Dalam mempersiapkan pameran ini, ruangrupa mengadakan 6 kali pertemuan bersama seniman - seniman muda ini dalam mengembangkan ide karya dari nol dan bagaimana mempresentasikannya menjadi sebuah pameran bersama. Judul pameran DIPERKOSA KOTA – didapatkan dari hasil pertukaran ide antar seniman dan menjadi “perasaan” juga “perspektif” bersama dalam melihat kehidupan kota Jakarta masa kini yang semakin semrawut, brutal nan tidak manusiawi bagi warganya.

Setiap seniman dalam pameran ini memiliki strategi visual dan kecenderungan penggunaan medium yang spesifik dalam karyanya. Angga Cipta, akan membuat sebuah karya interaktif untuk mengajak penonton membuat peta kemacetan kota Jakarta. Dhemas Reviyanto, lewat karya fotografinya akan memperlihatkan bagaimana motor yang disebutnya sebagai “kuda besi” dimodifikasi dan “diperah” sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan konsumtif warga kota, Ficky Fahrezi, mencoba merekam percakapan remeh-temeh sehari-hari warga kota dan menampilkannya secara humoris dalam karya mix media. Komunitas Pecinta Kertas, membuat maket kota dari bahan kardus bekas yang bersifat interaktif untuk mengajak penonton bermain-main menata ulang kota. Syaiful Ardianto, sebagai mahasiswa grafis murni akan membuat kampanye satir lewat medium seni cetak tentang anjuran untuk terus lanjutkan mendukung dan membiarkan kehancuran kota Jakarta.


* Jakarta 32°C adalah sebuah forum antar-mahasiswa di Jakarta dan pameran besar dua tahunan bagi karya-karya visual mahasiswa di Jakarta. Diadakan sejak 2004, Jakarta 32°C bertujuan untuk menumbuhkan dialog kritis para mahasiswa serta memperkenalkan karya-karya terbaik mereka kepada publik yang lebih luas. Jakarta 32°C memiliki program pameran, diskusi, lokakarya, pemutaran film, pertunjukkan musik dan bazar. Sejak 2008, Jakarta 32°C menganugerahkan lima penghargaan khusus untuk karya terbaik yang dipamerkan. Acara ini terbuka bagi seluruh mahasiswa di Jakarta.

RURU Gallery
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan 12820
t/f: +62 21 8304220
e-mail: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org

SKY AVENUE 2011

KOPI KELILING Vol.03

6.01.2011

ANATOGRAFI : Art Photography Exhibition

Masyarakat kita merupakan masyarakat yang hidup dalam kebudayaan visual yang terbiasa memahami segala sesuatu lebih mudah dengan menggunakan citraan-citraan. Keterbiasaan ini diperkuat oleh media yang demikian intens
menyuguhkan berbagai visual demi membangun opini bagi berita yang disuguhkan, baik itu media cetak maupun elektronik. Selain itu dalam kehidupan sehari-hari citraan dapat ditemukan pada spanduk iklan, kemasan makanan, poster acara musik, sampai stiker di angkutan umum. Segala citraan ini dibuat dengan dasar tujuan yang sama, yaitu membentuk persepsi maupun opini dari masyarakat. Begitu penting peran visual sehingga kehadirannya begitu mempengaruhi pola pikir dan komunikasi dari masyarakat itu sendiri.

Kehadiran berbagai citraan ini tentu tak dapat dipisahkan dari peran fotografi. Seluruh bentuk visual yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari hampir semuanya menggunakan teknik tersebut. Sebagai teknologi yang terus berkembang, fotografi pada awalnya memang berfungsi sebagai alat perekam, membekukan sebuah moment atau kejadian tertentu. Oleh karena itu, foto dianggap sebagai "bukti" otentik mengenai suatu peristiwa. Sehingga masyarakat pasti mempercayai keotentikan sesuatu melalui fotografi, karena ia adalah indeks dari kenyataan.

------------------------------------------------------------

“ANATOGRAFI” sendiri diambil dari gabungan kata ‘anatomi’ dan ‘fotografi’. Tentang ‘fotografi’ sendiri sudah dijelaskan sebelumnya, sedangkan ‘anatomi’, yang berasal dari bahasa Yunani ‘anatomia’, adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia. Inti dari pameran ini adalah mengangkat ‘tubuh’ yang menjadi inti dari ‘anatomi’ itu sendiri, menjadi representasi maupun ekspresi dari nilai-nilai budaya termasuk keyakinan atau kepercayaan tertentu tentang agama, politik, dan identitas sosial. Mengapa banyak seniman kontemporer berfokus pada tubuh? Dalam beberapa kasus, fokus ini adalah hasil dari sikap aktivis terhadap pembuatan, di mana pribadi menjadi politik.

Dalam mengeksplorasi tema tubuh, para seniman kontemporer ini menciptakan karya foto dengan memanfaatkan berbagai strategi dan motif fotografi, mereka berurusan dengan tubuh melalui cara yang tidak biasa yakni dengan menggandakan, memecah-belah, mengisolasi bagian tubuh, ataupun menunjukkan organ dan unsur lain interior tubuh.

-Kara Andarini & Claudia Dian-

Seniman :
Adhya Ranadireksa
Antonio Sebastian Sinaga
Debbie Tea
Dimas Arif Nugroho
Henrycus N. Sunargo
Jabbar Muhammad
M. R. Adytama Pranada

Pengantar Pameran : Jabbar Muhammad & Annisa Rahadi
Accoustic Performance by: Etza Meisyara

Opening & Artist Talk :
Jumat, 3 Juni 2011
Pukul 16.00 wib

Galeri Padi Art Ground 

Jl. Ir. H. Djuanda No. 329
Bandung, Indonesia
Pameran berlangsung sampai 11 Juni 2011